Kepergian Mbah Surip yang mendadak cukup mengagetkan para personel Alexa. Meski demikian, mereka mencoba untuk melihat hikmah di balik kepergian Si Mbah. Hal ini dikemukakan Alexa ketika ditemui sehabis mengisi sebuah acara musik.
"Alhamdulillah, dia pergi saat sedang di atas. Perjuangannya cukup panjang untuk bisa sampai seperti ini. Kita sangat kehilangan, tapi yang penting, karyanya sudah bisa dinikmati oleh orang banyak," ujar para personel Alexa.
Bagi Alexa, Mbah Surip bukan hanya sekadar artis. "Mbah Surip itu bukan artis. Dia itu seniman dan musisi yang jujur," ujar Rizki, sang gitaris. Sementara itu, Fajar, sang drummer, punya kesan tersendiri mengenai Mbah Surip. "Dulu, waktu gue masih sering nongkrong di WaPres (Warung Apresiasi), Mbah Surip orangnya santai, baik, senyum terus, sederhana, ramah banget deh, suka kasih masukan. Dia orang yang cinta damai, pokoknya jangan berantem katanya," kenang Fajar.
Selain rambut gimbal Mbah Surip yang sangat fenomenal itu, ternyata ada satu hal yang sangat dikenang oleh para personel Alexa dari sosok Mbah Surip. "Ketawanya itu lo, juara banget," kata Rizki sembari tersenyum.
Kepada tabloidnova.com para personel Alexa juga mengungkapkan pendapat mereka mengenai orang-orang yang mengatakan bahwa lagu Mbah Surip hanya "begitu doang". "Justru itu, dengan lagunya yang hanya begitu doang, dia bisa sampai begini, kan hebat. Lagu 'Tak Gendong' itu kan sudah diciptakan semenjak tahun 1989, berarti dari tahun segitu dia sudah bisa memprediksi selera musik pasar tahun 2000-an," ungkap mereka.
About Me
- Mymot
- Akuh tu...nagxa cengeng n lemot..tp,sbenerxa sich..akuh pinter.tp,akuh males sich..hehee.. gimana yach...biar ga males..??
Sabtu, 08 Agustus 2009
Sosok Mbah Surip di Mata Alexa
0 komentarRabu, 05 Agustus 2009
Anak Mbah Surip Ngamuk!
0 komentarFarid Wahyu DP, anak kedua Mbah Surip, terpancing emosinya ketika sejumlah wartawan dan kamerawan terus berusaha mewawancarai keluarganya, yang tengah berada di Hotel Kaisar, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).
Farid sempat mengusir sejumlah juru kamera yang terus merekam keluarga mereka yang tengah bersiap pulang ke Mojokerto, Jawa Timur, seusai menghadiri pemakaman Mbah Surip sekaligus pernikahan putrinya, Resia Tri Tresnawati (25), di Bengkel Teater WS Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa malam.
"Apa-apan nih siapa yang ngizinin wawancara? Enggak puas-puas dari semalam. Enggak tahu keluarga masih berkabung!" teriak Farid sewot.
Sikap Farid yang terbakar emosi sempat ditenangkan oleh pihak keluarga, dengan berusaha menariknya masuk ke lobi hotel untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Farid, yang tak berkenan dengan kehadiran wartawan, sempat mengusir.
Usaha pihak keluarga untuk menenangkan Farid tak mulus. Ia sempat berontak dan akhirnya melempar botol minuman mineral berisi air dan sempat mengenai kepala seorang kamerawan dari stasiun berita televisi swasta.
"Eling Farid... Eling...," teriak seorang perempuan sambil memeluk erat Farid.
Akibat kejadian itu, salah seorang anggota keluarga sempat meminta maaf dan meminta agar para juru kamera tidak lagi mengambil gambar dan menghargai keluarga yang masih dalam suasana berkabung.
Setelah peristiwa tersebut, Farid akhirnya dibawa ke dalam mobil APV abu-abu. Rombongan keluarga Mbah Surip pun berlalu dan pulang menuju Mojokerto, Jawa Timur.


